Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jualan Lewat Marketplace vs Buka Toko Online – Mana yang Terbaik dan Menguntungkan ?

Mungkin sekarang Anda sedang dalam posisi sudah menentukan produk apa yang akan dijual lewat media online. Lalu, timbul masalah baru... harus dijual lewat mana produk ini? Marketplace seperti Lazada, Tokopedia, dan Bukalapak, atau memutuskan untuk buka toko online sendiri dan bersaing dengan marketplace raksasa di Indonesia.


Marketplace VS toko online. Inilah intisari artikel yang saya buat. Apa tujuannya? Bukan hanya sekadar mencari platform jualan mana yang terbaik; saya akan membedah kelebihan dan kekurangan, keuntungan jangka panjang, dan tentunya... yang paling mendatangkan keuntungan buat Anda pribadi.

Marketplace VS toko online

Produk yang Anda jual punya keunikan tersendiri. Terlepas dari jenis produknya, platform jualan menyumbang sedikit faktor yang bisa menentukan laku atau tidaknya produk yang Anda jual. Walaupun begitu, yang paling utama dan terpenting tetaplah produk Anda, bukan platform tempat menjual produk.

Marketplace dan toko online punya keunikan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Sebagai penjual produk online, ada beberapa yang tentunya wajib Anda ketahui lebih lanjut. Baca juga : Cara Promosi Jualan ONLINE yang terbukti Ampuh banyak Pembeli.

Kelebihan dan kekurangan marketplace

Kalau berbicara tentang Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan marketplace lainnya, apa yang terlintas dalam benak Anda? Mungkin, media jualan online yang promosinya jor-joran dengan investasi segudang untuk iklan. Yap. Itu ada benarnya.

Saya punya pandangan pribadi mengenai marketplace. Mereka semua adalah perantara. Perantara antara pembeli dan penjual. Sebagai seorang perantara, tentunya promosi adalah senjata utama untuk mengumpulkan masa. Tidak heran, bujet promosinya luar biasa kencang.

Lantas, melihat jumlah uang yang ada di marketplace dan jumlah (calon) pembeli, apakah lebih baik menjual produk tertentu lewat marketplace? Sebaiknya, lihat lebih dulu kelebihan dan kekurangan jualan lewat marketplace.

5 Kelebihan jualan di marketplace :
  1. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk investasi membuat website – tidak sedikit uang yang akan keluar ketika Anda membuka toko online. Tergantung dari ukuran dan kerumitan website, biaya yang keluar ketika membuat websitesangatlah berpotensi membengkak. Apalagi, kalau Anda menggunakan CMS berbayar seperti Shopify; akan lebih banyak lagi biaya yang keluar.
  2. Target pasar sudah ada – setiap orang yang masuk ke marketplace tertentu, sudah punya keinginan untuk membeli produk tertentu. Tidak akan sulit kalau memang Anda menjual barang yang dicari dan dibutuhkan target pasar.
  3. Kepercayaan sudah terbangun – ketika Anda menjual produk di marketplace, semahal apapun produk yang Anda jual, kalau memang ada pasar dan pembelinya, produk Anda tetap akan terjual. Salah satu pondasi sudah terbangun. Apa itu? Kepercayaan. Kepercayaan pembeli lewat marketplace sudah sangat tinggi. Terima kasih kepada iklan dan promosi yang gencar, ini menjadi salah satu edukasi bahwa ketika membeli sesuatu di marketplace tertentu, kemungkinan tertipu dan ada masalah di kemudian hari akan berkurang.
  4. Kemudahan website dan navigasi untuk pembeli – walaupun untuk pertama kali jualan di marketplace Anda akan kesusahan untuk mendapat pembeli, hal ini tidak akan bertahan lama. Marketplace memiliki desain website dan navigasi yang sangat ramah untuk pengunjung. Sebagai contoh, kalau ada seseorang yang mencari produk kecantikan wajah dan Anda menjual salah satu produk kecantikan wajah... walaupun produk Anda belum dicari, ada kemungkinan dan potensi produk Anda terlihat di kolom “produk sejenis” ketika pengunjung melihat produk kecantikan wajah lainnya.
  5. Optimasi SERP dan SEO Friendly – ini menjadi salah satu kelebihan, ketika Anda berjualan lewat marketplace, berarti Anda tidak bersaing untuk mendapatkan pengunjung organik. Marketplace populer Indonesia sudah menempati urutan teratas di SERP (SearchEngineResultPages) yang akan sangat memudahkan untuk mendapat pengunjung organik tambahan. Kalau Anda menjual produk di kategori atau halaman tertentu dengan pencarian organik yang lumayan, akan ada potensi barang Anda cepat terjual dan menjadi barang yang laku.

5 kekurangan jualan di marketplace :
  1. Kompetisi luar biasa ketat – tidak dipungkiri, Anda bukan orang pertama yang menjual produk kecantikan (contoh) di marketplace besar Indonesia. Bahkan, mungkin juga barang yang Anda jual di marketplace juga dijual oleh orang lain di marketplace yang sama. Kompetisi yang luar biasa ketat ini akan mendatangkan banyak kondisi, di mana, biasanya perang harga akan terjadi. 
  2. Ada potongan penjualan – seperti yang saya bilang, marketplace adalah perantara (orang ketiga), berarti, akan ada potongan penjualan sebagai sumbangsih Anda menyumbang ke marketplace karena Anda numpang jualan. Istilahnya, akan ada pajak kalau Anda menjual barang di marketplace. Berapa potongan ini? Setiap marketplace punya kebijakan dan potongan yang berbeda-beda. Walaupun memang ada marketplace tertentu yang tidak menerapkan potongan penjualan sebelum Anda mencapai kuota penjualan bulanan.
  3. Anda tidak bisa menyimpan data pembeli – ketika Anda jualan lewat marketplace, semua data dipegang oleh pihak ketiga. Dalam artian, Anda tidak tahu siapa yang membeli, dari mana asalnya, dan bagaimana demografinya. Semua data konsumen dikuasai oleh marketplace (orang ketiga). Apa ruginya? Toh, saya hanya jualan, bukan mengumpulkan data. Yap. Itu memang ada benarnya. Tapi, coba pikir lagi, Anda melewatkan kesempatan untuk mendapat data kostumer dan melenyapkan kesempatan untuk menjual barang lain ke kostumer yang sama.
  4. Pembeli terbiasa beli dengan harga paling murah – kalau Anda menjual produk umum sejuta umat, jangan harap Anda bisa menjual produk dan mendapat keuntungan 100 persen. Pembeli di marketplace sudah sangat terbiasa mengecek dan membandingkan harga. Akibatnya, kalau Anda bukan yang termurah, akan sulit untuk mendapat penjualan dari marketplace.
  5. Anda tidak bisa meningkatkan brandawareness– tentunya, Anda juga menginginkan toko online Anda dikenal oleh masyarakat luas. Lewat marketplace, sayangnya, hal ini sangat sulit dilakukan. Sebagai contoh, kalau Anda menjual jus homemade di Lazada, ketika kostumer membelinya dan ditanya oleh sanak dan keluarga, apa yang kira-kira akan dijawab kostumer yang membeli produk Anda? Tentunya, bukan brand Anda... melainkan, yang terkenal dan menjadi jawaban kostumer adalah Lazada. Betul?

Ringkasan tentang marketplace

Mau tetap jualan di marketplace setelah melihat kekurangan dan kelebihan di atas? Tidak ada salahnya; Anda tetap bisa menjual produk di marketplace dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Ini beberapa kesimpulan yang bisa diambil :
  • Investasi jualan di marketplace lebih kecil daripada buka toko online sendiri.
  • Sangat bagus untuk mengetes penjualan produk Anda di pasaran dan melihat antusiasmenya.
  • Sangat mudah dipahami, bahkan, untuk orang yang baru berjualan, sangat mudah untuk jualan di marketplace karena sangat simpel.
  • Sangat sulit meningkatkan brandawareness kalau Anda mencari keuntungan jangka panjang
  • Kompetisi ketat dan perang harga sering kali terjadi.

Itu dia pandangan saya pribadi perihal berjualan lewat marketplace. Sekarang, untuk lebih melengkapi pembahasan, apa saja kelebihan, kekurangan, dan perbedaan jualan lewat toko online sendiri? Bahasannya ada di bawah. Lihat juga : Cara & Tips Mudah Mendapatkan Uang Dari Internet.

Kelebihan dan kekurangan jualan lewat toko online

Untuk membuka toko online sendiri, pada dasarnya Anda membutuhkan website tempat di mana Anda menaruh semua produk yang Anda jual. Biasanya, platform CMS Wordpress yang paling sering menjadi pilihan. Dengan fungsi Woocommerce, berjualan lewat toko online sendiri semakin mudah dan menyenangkan. Apa saja perbedaan, keunikan, dan keuntungan berjualan lewat toko online dibandingkan lewat marketplace? Lihat pembahasannya di bawah.

5 kelebihan jualan di lewat toko online :
  1. Memegang kontrol branding, userexperience, dan edukasi pembelian – semua dilakukan lewat website  dengan nama toko online Anda. Apapun yang Anda saji dan tampilkan, akan berdampak untuk pengunjung. Anda memegang kontrol segala hal. Anda ingin menyajikan pengalaman beli lewat toko online Anda menarik, berbeda, dan tidak terlupakan. Sebagai penjual, Anda juga bertanggung jawab untuk mengedukasi pengunjung agar terbiasa untuk membeli lewat toko online dibandingkan marketplace. Pun, untuk memudahkan, Anda bisa membuat navigasi yang ramah dan meniru marketplace agar tidak bingung.
  2. Anda mendapat data kostumer secara langsung – dengan mendapat data kostumer, Anda berkesempatan untuk melakukan email marketing. Apa manfaatnya? Anda bisa menjual lebih banyak produk, mendapat lebih banyak kesempatan berjualan, dan mendapatkan loyalitas kostumer. Anda bisa membangun brand Anda sendiri dan berkesempatan untuk meningkatkan brandawareness jangka panjang.
  3. Semua keuntungan Anda pegang tanpa potongan – 100 persen profit akan masuk ke rekening Anda. Tidak ada potongan. Tidak ada pajak. Tidak ada kekurangan sama sekali. 
  4. Marketing menjadi lebih efisien dengan media iklan berbayar – siapa bilang sulit mencari traffic untuk toko online? Dengan adanya media iklan berbayar, Anda akan lebih mudah mendapat kunjungan tertarget langsung ke produk yang Anda jual. Bahkan, cara ini jauh lebih efektif dibandingkan jualan lewar marketplace.
  5. Beberapa orang lebih suka belanja lewat toko online dibanding marketplace– pernah ada riset dilakukan, individu dengan umur 18-26 tahun lebih suka belanja di toko online dibanding marketplace. Kalau Anda menjual produk dengan cara yang unik, website dengan navigasi yang baik, dan pengalaman pembelian produk yang baru, tentunya Anda berkesempatan untuk lebih unggul dibanding marketplace. Lebih baiknya lagi, Anda sudah punya pengunjung dan pembeli loyal yang sangat menguntungkan untuk jangka panjang.

4 kekurangan jualan di lewat toko online :
  1. Anda memerlukan biaya tambahan untuk maintenance dan lainnya – menjalankan sebuah website perlu memerlukan tenaga ahli. Akan untung kalau Anda menguasai pembuatan website, persiapan, dan hal lainnya. Namun, kalau Anda tidak menguasainya, Anda memerlukan seorang tenaga ahli yang membantu Anda menyiapkan segala hal.
  2. Anda perlu menjalankan pemasaran (marketing) – berjualan lewat marketplace, bisa dibilang, Anda membutuhkan sedikit waktu untuk melakukan marketing. Ketika Anda membuka toko online, Anda perlu menyiapkan bujet khusus untuk pemasaran. Bisa lewat Facebook Ads, Google Adwords, atau media iklan lainnya.
  3. Anda perlu mengisi konten– kenapa harus? Ketika toko online Anda terlihat “sepi” dan tidak ada bahan bacaan untuk pengunjung, tentunya Anda melewarkan kesempatan untuk membuat pengunjung lebih lama ada di website Anda. Idealnya, semakin lama pengunjung di website, semakin tinggi pula tingkat konversi pembelian toko online Anda. Jadi, setidaknya, Anda perlu melakukan update seminggu sekali. Entah menambah produk baru, atau menambah konten dan artikel baru.
  4. Pembayaran – tidak seperti marketplace yang sudah disiapkan berbagai metode pembayaran, lewat toko online, Anda harus membuat metode pembayaran tersendiri. Dalam hal ini, kalau Anda menggunakan CMS Wordpress, Anda bisa memasang pluginPaymentGateway untuk memudahkan pembayaran. Ingat, kepercayaan adalah yang paling utama dalam toko online... jadi, paling tidak Anda harus memperhatikan kenyamanan dan keamanan data kostumer.

Ringkasan tentang jualan lewat toko online

Melihat kekurangan dan kelebihannya, mana yang menurut Anda lebih layak: jualan lewat toko online, atau tetap memanfaatkan keberadaan marketplace di Indonesia? Berjualan sendiri dengan cara membuka toko online sendiri, tidak terlalu rumit dan sesulit yang Anda bayangkan, kok. Melihat kekurangan dan kelebihannya, jualan toko online tetap layak Anda jalankan. Dari pembahasan toko online di atas, ini kesimpulan yang bisa kita ambil :
  • Menambah kemungkinan menjalankan email marketing sangat baik untuk bisnis masa depan.
  • 100 persen profit dan keuntungan tanpa potongan.
  • Anda bisa mendapat data pengunjung.
  • Anda mengontrol banyak hal dan mendapat banyak hal dalam satu waktu.
  • Anda bisa menambah traffic melalui media iklan berbayar dengan target pasar yang sangat tertarget dan tinggi konversi.

Marketplace vs toko online – mana yang lebih baik ?

Sejujurnya, pembahasan ini bukanlah mencari pemenang dan mencari yang terbaik. Pembahasan ini lebih cenderung menambah insight baru untuk Anda yang ingin berjualan produk tetapi masih bingung ingin berjualan lewat mana.

Kalau Anda sudah menarik kesimpulan untuk berjualan produk lewat marketplace atau toko online dan memilih salah satu diantaranya, ada tambahan informasi untuk Anda. Baca juga : Tips belanja Online supaya tidak kena Tipu oleh Penjual.

Kesimpulan

Daripada memilih satu platform untuk berjualan produk, kenapa tidak memilih dan menjalankan keduanya?

Tidak ada aturan dan undang-undang khusus yang mengharuskan Anda berjualan lewat marketplace atau toko online sendiri. Nyatanya, ada cara yang lebih efektif. Manfaatkan keduanya!

Istilahnya, ini dinamakan multichannelapproach. Dengan menggunakannya, Anda berkesempatan untuk menyajikan produk Anda di banyak pengunjung dan pasar. Dengan begini, kesempatan Anda menjual produk lebih banyak akan meningkat.

Bagaimana cara melakukannya secara efektif ?

Kalau Anda sudah menjual di marketplace dan sedang membangun website toko online sendiri, awali dengan mengirim kupon diskon. Kalau barang Anda terjual di marketplace, kirim diskon dengan kupon tertentu untuk pembelajaan lewat toko online Anda. Dengan begini, ada potensi orang yang membeli produk Anda akan berbelanja di toko online di kemudian hari. Selamat mencoba.

Tentang Penulis

Artikel ini ditulis oleh Luthfie Razak. Seorang blogger dan penulis yang fokusnya membuat artikel khusus untuk toko online. Artikel yang dibuat bukan hanya sekadar berisi informasi. Artikel yang dibuat dikhususkan untuk meningkatkan kunjungan dari mesin pencari (organictraffic) dan mengonversinya jadi pembeli. Anda bisa membaca dan mengetahui penulis di luthfierazak.com dan Facebook Luthfie Muhammad Razak.