Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbandingan Tanda Tangan Digital dan Tradisional

Mastimon.com - Penggunaan tanda tangan untuk memenuhi syarat keabsahan sebuah dokumen kerap kali dilakukan pada berbagai bidang kehidupan baik individu maupun perusahaan. Tanda tangan dianggap sebagai suatu simbol bahwa orang yang bersangkutan bertanggung jawab terhadap isi dari sebuah dokumen atau perjanjian.

Sebelum teknologi digital berkembang pesat seperti sekarang, TTd biasanya dilakukan secara tradisional menggunakan pulpen dan menuliskannya di atas kertas. Akan tetapi, pada zaman sekarang ini, proses pembubuhan simbol pun ikut dimodernisasi dengan berubah menjadi bentuk digital.

Apa sebenarnya perbedaan dari tanda tangan digital dan tradisional? Untuk mencari tahu jawabannya, mari simak informasi berikut ini!

Perbandingan Tanda Tangan Digital dan Tradisional


1. Proses Pembuatan

Perbedaan mendasar dari tanda tangan digital dan tradisional adalah dari proses pembuatannya. TTd tradisional dibuat secara manual menggunakan alat tulis seperti pulpen, pensil, spidol, dan sebagainya. Seseorang langsung membubuhkan tanda di atas dokumen yang sudah dicetak.

Sementara itu, tanda tangan digital menggunakan aplikasi atau software yang sudah terintegrasi dengan internet. Cara pembuatannya yaitu menggunakan alat seperti mouse, pena stylus, dan lain sebagainya. Alat tersebut dihubungkan dengan komputer atau gadget dan seseorang bisa langsung membuat TTd mereka.

TTd digital bisa dibuat melalui aplikasi seperti Privy, PDF Reader, Microsoft Words, situs penyedia TTd digital, dan masih banyak lagi. Sebuah TTd juga bisa disebut digital jika ada proses pemindaian (scanning) dari dokumen cetak ke bentuk soft-file.

2. Status Legalitas

Pada dasarnya, tanda tangan tidak merujuk pada keaslian sebuah dokumen atau tidak. Dokumen bisa dianggap asli selama ada persetujuan antara kedua belah pihak.

Setiap negara mempunyai aturan berbeda mengenai penandatanganan dokumen. Beberapa negara mengakui secara hukum bahwa TTd digital dan tradisional keduanya memiliki kekuatan hukum yang sama. Sementara itu, beberapa negara lain masih belum mengakui TTd digital secara hukum.

Dokumen akan diakui keaslian dan keabsahannya apabila menggunakan TTd digital yang sudah tersertifikasi. Sertifikasi di sini merujuk kepada alat verifikasi dan otentikasi yang sudah terintegrasi dengan sertifikat elektronik. Sertifikat tersebut hanya diterbitkan oleh PSrE (Penyelenggara Sertifikat Elektronik) yang diakui oleh Kemenkominfo.

Jadi, walaupun TTd digital bisa digunakan oleh siapa saja, seseorang perlu memastikan bahwa TTd yang dibuat menggunakan aplikasi yang sudah diakui oleh pemerintah. Dengan begitu, keamanan dan kerahasiaan informasi pribadi seseorang pun bisa dilindungi oleh negara sesuai hukum yang berlaku.

3. Tingkat Keamanan Privasi

Pernahkah Anda mendengar kasus penipuan tanda tangan? Ya, kasus tersebut merupakan salah satu bentuk dari kurangnya tingkat keamanan dari penggunaan TTd tradisional. Orang lain bisa dengan mudah meniru TTd seseorang untuk mewakili atau memanipulasi sebuah dokumen dan transaksi.

Untuk itu, perkembangan dunia teknologi berusaha untuk mencari solusi dengan pembuatan software TTd digital. Hal ini lantaran teknologi tersebut sudah memiliki sistem keamanan enkripsi end-to-end dan kriptografi.

Kriptografi di sini bertujuan untuk melindungi informasi dan komunikasi dari akses yang tidak diinginkan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Kriptografi memungkinkan pengguna untuk mengamankan data atau informasi agar hanya dapat diakses oleh orang yang memiliki kunci atau kode yang tepat.

Teknologi tersebut memastikan keamanan, otentikasi, dan keaslian tanda tangan. Dengan kata lain, hanya orang bersangkutanlah yang bisa mengakses dan menggunakan TTd mereka sendiri. TTd digital terintegrasi dengan aplikasi dan akun milik pribadi sehingga jika ada aktivitas mencurigakan, pemilik akun bisa memverifikasinya dan memastikan aktivitas tersebut.

4. Memiliki Kategorisasi Jenis yang Berbeda

Jika seseorang membubuhkan tanda tangan secara tradisional, jenis ini dikategorikan sebagai jenis TTd yang tidak memiliki sistem keamanan atau enkripsi apapun. Hal ini disebabkan karena TTd tradisional tidak terintegrasi dengan aplikasi atau server yang memungkinkan seseorang untuk melacak riwayat tanda tangan.

Di sisi lain, TTd digital dibagi ke dalam 3 jenis tanda tangan digital, yaitu digital simple, digital basic, dan digital advanced & qualified. Ketiga jenis TTd digital itu dibedakan berdasarkan teknologi yang digunakan. Semakin tinggi jenisnya, semakin tinggi pula teknologi yang digunakan.

Misalnya, TTd digital simple memiliki sistem keamanan yang kurang optimal karena tidak ada teknologi enkripsi yang digunakan. Sementara itu, TTd digital advanced & qualified memungkinkan seseorang untuk menunjukkan riwayat kapan saja pemilik TTd melakukan penandatanganan.

5. Biaya yang dikeluarkan

Dari segi biaya, tanda tangan tradisional memerlukan biaya yang relatif lebih besar. Pasalnya, Anda perlu mencetak terlebih dahulu suatu dokumen dan menyiapkan alat tulis untuk penandatanganan. Setelah itu, Anda juga harus mengirimkan dokumen tersebut ke tempat yang dituju baik dikirimkan secara pribadi menggunakan kendaraan atau menggunakan layanan antar kirim.

Untuk mengurangi pengeluaran biaya tersebut, teknologi digital memfasilitasi Anda untuk melakukan penandatanganan melalui soft-file di perangkat Anda. Jadi, Anda tidak perlu lagi menambah biaya operasional untuk membeli kertas, tinta printer, atau alat tulis.

Anda hanya perlu memastikan memiliki kuota internet yang cukup dan perangkat gadget yang memadai. Dokumen bisa dikirimkan kembali melalui email atau sistem komunikasi lainnya sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengiriman ataupun pencetakan dokumen.

6. Efisiensi Waktu

Jika dibandingkan dengan TTd digital, cara tradisional jauh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan penandatanganan. Hal ini lantaran Anda perlu mencetak dokumen terlebih dahulu, mengirimkan atau memberikan dokumen tersebut ke pihak yang dituju, dan menunggu kembali kiriman dokumen yang sudah ditandatangani.

Terlihat kurang efisien, bukan? Ditambah lagi jika orang bersangkutan tidak ada di tempat dan membutuhkan waktu menunggu yang lebih lama. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Anda bisa beralih menggunakan TTd digital.

Tanda tangan digital dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa terbatas waktu dan tempat. Anda dapat mengirimkan atau membubuhkan tanda tangan secara langsung dari soft-file yang sudah ada. Anda bisa mengakses dokumen tersebut kapan saja dan di mana saja sehingga tidak perlu menunggu waktu terlalu lama. Terima kasih sudah berkunjung ke mastimon.com

Demikianlah beberapa perbandingan antara tanda tangan digital dan tradisional. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kendati demikian, perkembangan teknologi digital memudahkan aktivitas penandatanganan sebuah dokumen dan pastinya terintegrasi dengan sistem keamanan yang andal.