Cerpen Pendidikan singkat tentang Moral di Sekolah

Cerita singkat memiliki banyak penggemar dari semua kalangan baik untuk anak -anak, anak remaja, orang dewasa, bahkan orang tua. Alur ceritanya pun disesuaikan dengan kebutuhan dan minat dari para pembaca nya. Cerita pendek atau singkat biasanya dikenal dengan sebutan yang namanya cerpen. Jenis nya pun beragam mulai dari cerpen pendidikan, cerpen percintaan, cerpen nasehat, jenaka atau lucu tertuang dalam cerpen humor dan masih banyak lagi.


Di sekolah anak -anak membutuhkan bimbingan dan moral bukan hanya secara resmi tetapi melalui apa yang ia lakulan, amati dan dengar juga sangat penting. Cerpen inilah salah satu metode mengajar secara praktis tentang moral yang baik kepada mereka. Sekarang ini, anak -anak sekolah baik anak sekolah dasar atau SD, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah yakni SMA atau SMK biasanya dilatih untuk suka membaca.

Dewasa ini, badan pendidikan menggunakan sarana ini untuk semakin memperdalam sikap yang positif dikalangan para pelajar. Mengingat banyak pergaulan buruk yang dapat merusak mereka, alanglah baiknya untuk mengisi kegiatan dengan hal yang positif seperti membaca cerpen khususnya yang mendidik dan berguna tidak hanya sekarang juga untuk masa depan.

Nah, apabila anda mencari referensi judul cerita singkat seputar pendidikan pada uraian berikut ini akan sediakan untuk anda contoh cerpen pendidikan terbaru yang sudah populer dan banyak disukai oleh para anak remaja. Selengkapnya langsung saja simak uraiannya di bawah ini. Cekidot. Baca Juga : Cerpen tentang Persahabatan dan Cinta.

Cerpen Pendidikan singkat tentang Moral di Sekolah

Bintang – Cerpen pendidikan

Dia duduk di samping sebuah jendela, di bawah terpaan sinar lampu yang temaram. Mencoba memandang langit yang mulai gelap, hanya ada sedikit rembulan yang memantulkan sebagian dari cahaya matahari itu. Tak ada sedikit pun bintang yang terlihat. Semua bersembunyi dibalik awan, barangkali mereka malu untuk kulihat. Katanya dalam hati sambil tersenyum. Angin malam terasa berhembus sepoi-sepoi, seolah -olah menghembuskan udara pada wajahnya yang begitu lembut. Awan terlihat bergerak secara perlahan, memberikan seni indah tersendiri di kegelapan malam. Ahh, ternyata ada satu bintang  cantik bersembunyi di balik awan, senyumnya tersungging di balik bibirnya yang mungil nan manis. Ya Rabb, setitik cahaya pun bisa memberikan keindahan yang amat luar biasa diantara luasnya langit yang gelap pada malam hari. Seandainya  saja ketika membuka jendela, ku memandang langit dan tak menemukan bintang sama sekali kemudian tak mencoba menatap awan tapi menutup jendela kembali, aku tak akan menemukan bintang cantik yang tersembunyi di balik awan.

Seperti setitik bintang di tengah gelapnya malam, terkadang kita tak menyadari adanya cahaya kecil dalam malam yang gelap itu, yang sejatinya kita berinama “bintang”. Betapa memukaunya cahaya itu walaupun tak bisa menerangi semua malam. Namun, lain halnya saat kita melihat ada setitik noda di atas kain berwarna putih yang membentang. Kita akan justru terfokus pada noda hitam yang kecil tersebut, dan seolah lupa akan betapa bersihnya kain itu apabila terlepas dari setitik noda yang ada, yang mungkin dapat hilang hanya dengan sedikit sabun detergent pemutih. Itulah hidup, terkadang kita lupa untuk memandang segala sesuatu dari sisi lain yang kita miliki.

Sebuah Cake – Cerpen pendidikan

Manusia dalam sebuah cake adalah diumpamakan seperti telur  yang bisa dikocok supaya mengembang, kemudian diaduk lalu dicampur tepung, setelah itu ditambah margarine yang sebelumnya  telah dipanaskan. Menggeliat diantara hujan kegelisahan dan kepanasan ketika disudutkan pada banyak pihak. Seraya diaduk terus sampai kelihatan mantap kemudian sedikit demi sedikit diberi tambahan gula supaya air mata yang telah tumpah tidak terlalu membuat kue berasa asin tapi malah menimbulkan kesan yang gurih karena perpaduan antara gula dan garam.

Setelah semua bahan  dirasa sudah cukup, cake dimasukkan kedalam sebuah oven dalam waktu kurang lebih 30 sampai 45 menit supaya semua bagian cake masak secara merata. Apabila tidak merata, apa salahnya untuk kembali memutar cooking time selama yang di butuhkan, jika masih belum masak juga, maka buang saja. Seperti halnya cobaan manusia yang tiada habisnya, takkan berhenti sampai matang, bahkan setelah matang harus dapat terasa memuaskan lidah sebelum akhirnya ia dimakan habis atau mungkin teronggok di balik sebuah keranjang sampah, lalu dimakan oleh pengemis jalanan yang tak mandi selama 3 hari 3 malam, sambil berguman “baru hari ini saya makan enak”.

Cake hanya lah sebuah hasil dari kocokan telur kemudian mengembang dan diberi tepung lalu margarine dengan harapan akan kuat namun lembut. Tak lupa juga ditaburi gula suapaya merasakan senang dan juga pahit. Kemudian dibakar dalam kadar panas yang seimbang. Cake adalah campuran, dari sebuah semangat, kerja keras, cinta, tekad dan doa serta harapan si pembuat cake agar menjadi cake yang sedap saat dimulut, indah bentuk danmenawan dalam hidangan. Cake dijalan itu bukan cake yang diharapkanoleh  sang pembuat. Hanya teronggok jelek dijalan, terinjak dan akhirnya ditinggalkan. Namun, cake masih punya satu harapan. Si Pembuat cake masih mengharap cake untuk kembali padaNya, karena Pembuat Cake tahu dan mampu melakukan segalanya, bahkan mengembalikan kemulian sebuah cake yang telah rusak karena sejatinya si Pembuat cake adalah Sang Koki jagat raya.

Matematika Kronis – Cerpen Pendidikan

Senyap dan sunyi ini begitu merongrong di tiap sudut kelasku. Mereka terdiam seribu kata penuh makna. Hiruk pikuk yang ramai dengan adanya celotehan masa putih abu-abu itu seakan- akan senyap dalam jangka waktu enam puluh menit saja. Otak teman-temanku begitu tertekan dengan keras, berfikir sekuat-kuatnya dan berjuang semampunya dalam jangka waktu hanya enam puluh menit saja. Inilah yang sedang dirasakan oleh teman-teman seperjuanganku. Menghadapi ulangan matematika yang sangat mengerikan. Aku binggung tak alang sungguh kepalang, teman-temanku ini hanya berfikir dangkal. Matematika adalah pelajaran yang tidak begitu di segani atau disukai teman kelasku.

Tapi hal itu tidak denganku, aku lebih menyukai pelajaran matematika daripada pelajaran dari seni tari, seperti halnya contoh kawan sekelasku. Namanya rina, dia teman sebangku ku. Dia paling anti dan tidak mengingkan adanya  matematika, setiap ulangan matematika tak pernah dia tidak mengeluh, dan selalu saja seperti itu. “ Aku tidak bisa matematika. aku benci matematika.” Ucapnya dengan wajah yang begitu memelas. Mungkin saja dia tidak suka dengan ilmu pasti, tapi kenapa dia masuk jurusan IPA yang notabennya setiap hari tidak akan luput dengan yang namanya hitungan. Setiap hari pasti ada tiga mata pelajaran menghitung dari matematika, fisika dan juga kimia.

Teman-teman sekelasku pusing saat itu juga dibuat soal hitungan yang harus segera di selesaikan namun tidak ingin mendapatkan nilai dibawah 75. Oh sahabatku, cobalah kalian sedikit bersimpatik terhadap matematika, padahal ilmu itu tidak terlalu susah kok. Hanya saja ada satu kunci untuk mampu menyelesaikannya kawan. Pertama sukailah guru matematika mu terlebih dahulu. Kedua , musnahkan adanya prinsip-prinsip hidupmu dengan mengandalkan faktor kebetulan. Ketiga bukalah buku matematika mu itu  setiap harinya walau hanya sepuluh sampai dua pulih menit saja. Karena setidaknya pahami maksudnya saja. Keempat, jangan takut untuk mencoba. Tragis memang melihat pusing melanda kepala teman-temanku.

Uraian diatas adalah contoh cerpen recommended untuk anda. Jangan ragu untuk share hal yang bermanfaat ini untuk orang lain baik keluarga, kerabat, sahabat, teman, pacar atau kekasih anda. Tidak ada salahnya mengisi luang di waktu santai untuk membaca suatu hal yang bermanfaat. Baca Juga : Inilah Teks untuk Lomba Pidato tentang Pendidikan.

Tidak seperti novel yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pembacaan, cerpen bisa anda baca dalam waktu singkat saja. Cerpen ini juga bisa anda baca di berbagai aplikasi baca terkenal atau website cerpen ternama secara online yang dapat di akses di HP android saja atau perangkat elektronik lainnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan selamat membaca.

Penulis : ladangcerita.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel