Kesaksian hidup saya yang Menguatkan

Kesaksian hidup saya yang Menguatkan

Kesaksian hidup saya yang Menguatkan

Saya adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Saya tumbuh besar bukan dari keluarga kaya ataupun keluarga miskin tetapi saya tumbuh dalam keluarga cukup memberi makna tentang Kehidupan. Ada banyak persoalan dalam dunia ini yang terkadang sulit untuk dapat kita pecahkan. Terlebih lagi kita sebagai anak Tuhan yang selalu mengeluh dan mengeluh.

Bapak adalah sosok yang saya kagumi saat ini, dengan pembawaan yang cukup kalem dan tidak banyak bicara tetapi mengajarkan kami tentang arti hidup. Satu pesan yang selalu saya inggat dan itu menjadi Pegangan Hidup saya adalah Jangan Mengeluh dan selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan. Anak Tuhan harus tetap kuat dan jangan mudah pasrah dan loyo.

Masuk Dunia Pendidikan

Mulai dari bangku SLTP sampai dengan SMU saya selalu berpisah dengan kedua orang tua karena harus menjalani Pendidikan di luar daerah. Jauh dari mereka bukanlah hal mudah karena banyak tantangan yang harus di hadapi. Tidak sedikit anak anak yang tidak kuat dan memilih mundur untuk tidak melanjutkan pendidikan mereka.

Selama tiga tahun di tingkat SMU saya bertekad untuk menyelesaikan Pendidikan walaupun harus jadi anak angkat dalam sebuah keluarga. Pagi hari saya harus bekerja pada keluarga tersebut mulai cucian sampai dengan membantu tukang dalam membangun rumah. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan mulai dari Kesabarah sampai Ketahanan dalam menghadapi beban hidup.

Yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah bertekad untuk dapat menyelesaikan Pendidikan SMU dan bisa mengambil Kuliah supaya dapat bekerja dan menyenangkan orang tua. Bukan perkara yang mudah karena biaya yang saya butuhkan harus saya cari sendiri. Jika harus memilih mungkin saudara lebih memilih putus sekolah dan mencari Pekerjaan.

Komitmen yang tinggi untuk berhasil

Komitmen dan kesungguhan hati saya untuk berhasil semakin tinggi ditambah lagi ucapan dari Orang Tua yang selalu berkata jangan mengeluh. Sampai akhirnya saya dapat menyelesaikan Pendidikan D3 Manajemen Informatika di sebuah Kampus Samarinda. Ada banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan disana walaupun harus melawan rasa malas.

Saat anda sudah bekerja pasti berpikiran "Ngapai sekolah lagi !!!" itulah pemikiran sebagian orang yang sudah merasa nyaman dengan posisinya. Kekuatan, Doa dan motivasi dari Orang Tua adalah semangat saya yang cukup luar biasa. Sampai pada akhirnya saya memiliki Posisi Penting dalam sebuah Perusahaan dan memiliki Gaji yang cukup besar.

Jika saya berfikir tentang gaji saya pada saat itu sudah pasti sampai saat ini saya masih bekerja pada Perusahaan tersebut. Bukan tentang Gaji tetapi bagaimana saya bisa membangun karakter kepribadian saya untuk lebih maju dan berhasil. Menggunakan masa muda (Masa Produktif) untuk mencapai keberhasilan maksimal yang diharapkan.

Memiliki Usaha sendiri di Rumah

Setiap orang memiliki persoalan dalam mengelola usahanya. Sama saat saya masih dalam dunia Pendidikan, pada saat saya lemah maka saya yakin mungkin pendidikan SD saja tidak bisa saya selesaikan. Dan usaha Percetakan Undangan yang saya bangun ini sudah berjalan selama 10 Tahun dan sampai saat ini masih saya tekunin walaupun terkadang sepi dengan konsumen.

Memiliki usaha sendiri dan mandiri di masa muda adalah cita cita yang saya harapkan terjadi pada tahun 2011. Bukan hal yang mudah selama 7 tahun saya mencari kesempatan itu dan terus berjuang walaupun menghadapinya dengan cara bekerja di sebuah Perusahaan. Pagi kerja di Perusahaan dan malamnya saya harus lembur Cetak Undangan.

Sejak tahun 2010 saat saya lulus Pendidikan Komputer di sebuah Universitas saya sudah mengenal dunia Internet. Mulai pembuatan Blog sampai Pengelolaan Halaman Facebook (Fanspage Facebook). Hasil yang saya dapatkan dari Blog dan Facebook tidaklah banyak karena belum memahami secara mendetail. Itupun tetap saya lakukan karena Hobby.

Di pertengahan tahun 2016 saya kaget dengan seseorang teman yang lebih dulu Resign atau keluar dari Perusahaan Tambang Batu Bara. Dia berhasil membuat situs seperti Buka Lapak dan sudah memiliki penghasilan dari Adsense. Saat pertamakali bertemu Dia tidak paham tentang Blog dan itu saya Perkenalkan dan saya ajarkan ilmu yang saya punya dengan senang hati.

Pada akhir tahun 2016 mulai saya membangun Blog mastimon.com dengan memiliki motivasi yang tinggi untuk berhasil. Tidak membutuhkan waktu yang lama buat saya mendapatkan Gaji dari Google Adsense karena pada bulan Maret 2017 itu adalah Gaji saya yang Pertama. Ketekunan saya menulis ternyata membuahkan hasil dan itu saya lakukan bukan dengan mudah.

Pilih mana Menulis atau Tidur ???

Sejak mengenal Google Adsense saya sudah menyakini bahwa ini adalah jalannya Tuhan buat kehidupan keluarga saya. Penghasilan yang saya dapatkan semakin membesar dan pada akhirnya pada awal Mei 2017 saya memberanikan diri untuk Keluar dari Perusahaan. Walaupun saat itu Gaji di Perusahaan cukup besar dan cukup berat untuk melepaskannya.

Ada terlintas di pikiran saya "Saat masa Produktif mengapa tidak saya gunakan untuk kemajuan Usaha saya sendiri, mengapa pemikiran ini saya berikan terus ke Perusahaan orang lain". Pemikiran inilah yang memotivasi saya untuk giat menulis di Blog dan mendapatkan penghasilan. Menulis bukanlah hal yang mudah karena menguras waktu, pikiran dan tenaga.

Musuh terberat para penulis Blogger adalah rasa malas. Jika anda disuruh memilih antara membuat Tulisan dengan Tidur, apa yang akan anda pilih ?. Kebanyakan orang akan memilih untuk tidur atau santai menonton Televisi. Inilah pemikiran yang menjatuhkan anda sendiri karena keberhasilan bukanlah sesuatu yang instan. Hari ini menulis besok sudah Gajian (itu adalah pemikiran yang dangkal).

Kepribadian yang tidak mudah mengeluh

Pembentukan karakter dimulai saya masih kecil oleh Orang Tua ternyata membawa dampak besar buat kehidupan saya. Dalam keluarga kecil saya selalu saya tanamkan untuk tetap semangat dan jangan mudah mengeluh. Istri dan anak sudah mengerti apa yang saya sampaikan walaupun terkadang kedagingan ini muncul dan sudah untuk dibendung.

Dengan dasar kekuatan, semagat dan komitmen inilah keluarga kami jauh dari kata aduuhhh, ahhhh, ya sudahlah... mau apa lagi... mau gimana lagi... Semua orang memiliki masalah tetapi saat dasar anda kuat maka persoalan sebesar apapun akan mudah diselesaikan. Bukan nasib atau orang lain yang mengubah anda tetapi anda sendirilah yang bisa mengubahnya.

Mengandalkan Tuhan dalam setiap Persoalan

Saya adalah seseorang yang suka memotivasi orang lain untuk berhasil. Walaupun terkadang semua yang saya ucapkan terlihat sombong. Saat di Gereja saya sering bersaksi tentang Pertolongan Tuhan dalam kehidupan keluarga terutama Berkat yang saya terima. Tetapi karena ada yang berangapan bahwa itu bukan motivasi tetapi hal berlebihan dan kasihan dengan orang lain yang tidak punya.

Jika anda memiliki Tuhan yang luar biasa mengapa harus kendor dan mengeluh. Bersaksi bukan yang soal Penyakit ataupun Penyertaan Tuhan tetapi berkat yang kita terima juga merupakan pemberian Tuhan. Semakin anda Tekun dalam bekerja maka Tuhan akan memberikan lebih lagi tetapi jika anda pemalas maka cukup sampai disitulah Tuhan berikan.

Jangan hanya taunya Berdoa dan Minta sama Tuhan tetapi malas untuk bekerja, mudah mengeluh dan mudah emosi. Manusia tidak lepas dari Perekonomian karena di saat anda terpuruk dan tidak punya uang maka di saat itulah anda akan mudah jatuh. Di dalam keluarga akan mudah terjadi percikan emosi yang mengakibatkan pertengkaran karena uang.

Saya bukanlah orang yang selalu memiliki uang banyak tetapi saya yakin Tuhan sudah sediakan semuanya itu asal kita tidak malas bekerja dan selalu mengandalkan Tuhan. Jangan suka menyalahkan orang lain juga terlebih lagi anda tidak bisa mengkoreksi diri sendiri apakah sudah baik di hadapan Tuhan atau tidak. Ini cukup berat karena bukan hanya Jemaat, seorang Pendetapun bisa jatuh.

Berkat yang Luar Biasa buat Keluarga Saya

Tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk bisa memiliki usaha sendiri di rumah, berkumpul bersama keluarga setiap hari dan bisa ikut dalam Pelayanan Gereja setiap saat. Jika dulu saat saya masih bekerja di Perusahan maka mulai pagi hingga malam waktu saya habis di luar. Sekarang Puji Tuhan dapat bekerja dan memiliki usaha sendiri di Rumah walaupun masih dalam tahap membangun.

Ada banyak yang mengatakan "Timon sudah enak ya di rumah saja kerjanya" tetapi tidak tau Perjuangan saya sampai saat ini seperti apa. Semua pekerjaan jika anda tekuni dengan iman dan penuh Perjuangan pasti akan menghasilkan. Sebaliknya jika anda mudah mengeluh dan malas untuk berkembang maka Sang Penciptapun akan malas memberikan berkatnya buat anda.

Sama halnya di saat anda mulai belajar mengelola sebuah Blog untuk menghasilkan Gaji dari Adsense dibutuhkan perjuangan yang berat. 10 orang yang saya ajarkan tentang blog hanya 1 orang yang mengerti dan mau tekun menulis. Selebihnya mereka hanya mengeluh karena Sibuk, Ngak Sempet, Ngak ada Ide, Malas, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Bangunlah dan motivasilah diri anda untuk berhasil. Ini adalah sebuah pilihan bukan nasib yang anda jalani karena sudah jelas Tuhan akan memberikan kepada orang yang meminta dan berusaha. Bagikan pengalaman dan semangat anda kepada saudara lainnya supaya dapat membangun Kepribadian yang kuat dan tidak mudah mengeluh, Amin.
Buka Komentar